Sahabat, kau laksana bintang di langit malam,
Meski tak selalu terlihat, sinarmu tak pernah padam.
Hadirmu adalah anugerah, penyejuk di hati yang mendalam,
Tempat berbagi tawa, dan berlabuh dari rasa kelam.
Kau adalah telinga setia, yang sabar mendengar keluh,
Bahu yang sedia menopang, saat jiwa terasa rapuh.
Tangan yang tak pernah ragu, untuk menarikku jatuh,
Mengajarkan arti tegar, saat langkah mulai lumpuh.
Jalan yang kita lalui, penuh jejak kenangan,
Dari rahasia kecil, hingga impian yang kita gandeng.
Tak peduli jauhnya jarak, atau waktu yang merenggang,
Ikatan di hati kita, adalah tali yang takkan lekang.
Kita bukan hanya dua jiwa yang saling mengenal,
Namun dua cermin hati, yang saling menguatkan.
Kau mengerti tanpa kata, merasakan tanpa perlu disuarakan,
Sebuah koneksi murni, tanpa syarat dan tanpa batasan.
Terima kasih, wahai Sahabat, untuk segala yang kau beri,
Untuk waktu yang berharga, yang kita jalani bersama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar